Rabu, 07 Juni 2023

Limit dan Limitasi


Konsep dasar kehidupan itu Bersyukur. Itulah setidaknya apa yang bisa dan sering saya sampaikan kepada siapapun yang hadir di kelas saya ketika belajar tentang Konsep Limit.

Mungkin semua sepakat bahwa secara bahasa Limit bisa diartikan sebagai "ambang batas". Misalnya, ketahanan suatu mesin adalah 10 tahun,,,artinya Mesin tersebut dapat beroperasi dengan baik manakala dioperasikan sesuai dengan buku petunjuk yang ada adalah 10 tahun, diatas 10 tahun mesin tidak berfungsi maksimal.

Kalau dalam matematika, konsep limit digunakan untuk menjelaskan sifat dari suatu fungsi f(x), artinya saat argumen (x) mendekati ke suatu titik ( c ), atau tak hingga ( ~ ); atau sifat dari suatu barisan saat indeks mendekati tak hingga, maka ada kecenderungan suatu fungsi f(x) akan mendekati suatu titik (L) atau menuju bilangan yang sangat besar (~) atau sangat keci ( - ~ ). 

Salah satu pointnya adalah, apapun yang dialami manusia itu selalu memiliki Batas dan selalu memilili kecenderungan (selanjutnya ini yang disebut dengan sifat).

Kemudian kita perlu melihat kepada diri kita, bahwa ada sesuatu yang dimiliki manusia, tapi ini tidak dimiliki Tuhan yang Maha, hehehe....yaitu manusia memiliki Limitasi,,kalau Maha pasti tidak punya Limitasi...kalau punya Limitasi pasti bukan Maha. (Bukan Mahasiswa lho ya...hehehehe)

Disini manusia perlu memahami tentang Limitasi dirinya, Limitasi pemahaman, Limitasi Laku, limitasi kebaikan dan seterusnya,,,yang selanjutnya manusia bertugas untuk melebarkan limitasi ini...akan tetapi meski sejauh apapun manusia melebarkan (dalam arti memperbesar atau memperkecil) semuanya pasti akan menuju kepada sebuah titik. Satu hal yang pasti selama manusia masih hidup kita pasti punya Limitasi,,,bayangkan jika kita tidak punya Limit...entah apa jadinya manusia...

Sehingga Tuhan menciptakan Limit dalam setiap lini kehidupan kita yang ditanam dalam diri manusia (ada pada pikiran dan jiwa manusia)...yang selanjutnya manusia itu diminta untuk memahami Limit itu sendiri sebagai bekal bercermin tentang ke-aku-annya.

Kemudian bagaimana nanti memanifestasikan manusia ketika masuk dalam konsep (ketak hinggaan), karena ketakhinggaan itu bukan bilangan (biasa kita sebut angka)... 

Hehe...betapa kita ini bukan siapa-siapa kalau sudah begitu...

Ini secuil bagian bagaimana Tuhan membuat konsep Limit yang perlu kita pelajari bersama-sama...

Endingnya sering saya katakan Masih banyak hal yang bisa kita pelajari dari matematika yang tidak sekedar hitung-hitungan karena Tuhan meminta mempelajari kita semesta melalui salah satunya Kalkulus....karena bisa jadi dengan belajar Kalkulus manusia bisa mewujudkan "Ahsani Taqwim" 


#Semangat_Sukses_Mulia

Berdo'a

Sejatinya, manusia itu mahluk Fakir...yang saya maksud disini bukan fakir secara nikmat atau yang lain...

Definisi mahluk Fakir yang saya terminologikan adalah mahluk yang selalu merasa kekurangan...

Tapi ini wajar kok,,,karena manusia dibekali oleh nafsu, sehingga manusia memiliki keinginan, cita-cita dan harapan dan ini yang saya maksud sebagai awal atau penyebab mengapa manusia masuk dalam mahluk fakir dalam pengertian yg saya tulis.

Tapi kita mesti bersyukur, krn Tuhan memberikan sebuah Jalan yang mampu menjawab itu semua yaitu melalui do'a. Do'a sebagai media kita menyampaikan segala cita-cita menjadi sebuah katalis yang ampuh dan mampu menjadikan kita mahluk yang penuh optimisme.

Ini yang disebut sebagai "jalan Tuhan" dan memang begitu adanya,,,karena Tuhan sendiri "berkata" kurang lebih begini (mohon dikoreksi jika ada salah, krn saya bukan ustadz,,,ustadz aja kadang keliru kok hehe...) 

"Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,,,,"

Disinilah sumber optimisne dan semangat bagi manusia untuk mewujudkan cita-citanya...dia akan berusaha dan berstrategi agar cita-citanya segera terwujud dalam spirit do'anya...


Problem selanjutnya, sering kita sudah berusaha setengah hidup, berdo'a tiada henti, menggunakan cara yang positif tapi cita-cita belum tercapai bahkan "mbleset" dan mendapat ganti yang lain...


Apakah do'a kita tidak diijabah Tuhan? (Waaa ini saya ga tau jawabannya) hehe...

Hanya saya ingin mengajak diskusi bahwa jika dilihat dari sudut pandang manusia dan kegemaran saya menggunakan terminologi "Hukum Kekekalan Energi"....Disini saya ingin berargumen bahwa bisa jadi apa yang kita cita-citakan itu belum kompatible dengan kapabilitas, kemampuan dan kondisi kita.


Ibaratnya, laptop dengan RAM 256 MB menggunakan OS Windows 8...ya secara spesifikasi tidak kompatible...bisa mungkin diinstal tapi tidak maksimal...


Mungkin disini Tuhan menginginkan kita untuk mengupgrade dulu kapabilitas kita sampai suatu ketika Tuhan siap untuk memberikan anugerahnya yaitu apa yang kita cita citakan...


Itu salah satu sudut pandang....

Sudut pandang lain....

Jika saya menggunakan terminologi Perjalanan menuju suatu tempat...


Ibaratnya kita sedang dalam perjalanan dari Malang menuju Jakarta.

Tapi dalam perjalanan kita menemukan berbagai fenomena sehingga kadang kita terhenti di suatu titik sehingga kita tidak bisa sampai Jakarta atau tetap sampai di Jakarta tapi lebih lama dr waktu yang direncanakan...

Maksudnya gimana...

Gini hehe...

Kita memiliki cita-cita...sudah berdo'a dan berusaha secara maksimal sesuai dengan jalan yang kita kalkulasi sesuai dengan anjuran Tuhan...

Namun dalam proses mewujudkan cita-cita anggap itu X ternyata pikiran kita terbelokkan oleh berbagai fenomena, hambatan, kompromi dan mungkin godaan sehingga yang awalnya cita-cita kita adalah X kita berubah pikiran menjadi Y atau X' nah disini ada sebuah perubahan pola pikir dan paradigma sehingga do'a yang awalnya X berbeda di perjalanannya...ATAU tetap akan menjadi X tapi dalam rentang waktu yang lebih lama...disinilah letak fenomenanya...


Yang jelas kita sebagai mahluk Fakir yang senantiasa butuh kebaikan dan berkah Tuhan tak bisa dan tak mungkin lepas dari apa yang disebut do'a...karena ini adalah ruh dan sumber inspirasi kehidupan...

Hanya,,,jangan sampai "kabotan dungo"...nanti kita sendiri yang kepayahan meski tidak salah punya do'a dan cita-cita yang kadang irrasional hehehe...realistis  tapi tetap optimis...


Jangan lupa tidur sebelum berdo'a...eh kebalik hahaha...