Senin, 19 Desember 2011

CINTAI PEKERJAAN ANDA


Hakikat manusia berada di dunia ini adalah “bekerja”. Bekerja untuk apa? Bekerja untuk memenuhi panggilan Tuhan yaitu beribadah kepadanya. Karena dengan bekerja kita akan memiliki banyak kesempatan untuk beribadah baik secara vertical maupun Horisontal. Ada sebuah ungkapan yang menyatakan “Manusia yang tiada artinya adalah manusia yang tidak menggunakan anugerah dan rezekinya untuk bekerja, dan letak kemuliaan manusia itu dilihat dari apakah ia bekerja atau tidak”.
Namun yang menjadi catatan adalah, apakah pekerjaan yang kita laksakanan selama ini mampu meningkatkan dan memperbaiki derajat kita sebagai manusia yang hakiki?, ataukah pekerjaan yang kita lakukan ini hanya bernilai materi (baca: uang) dan tidak membuahkan apa – apa disisi Tuhan. Alangkah baiknya perlu kita koreksi lagi hal ini, karena jangan sampai apa yang kita lakukan selama ini berakibat kesis – siaan semata.
Salah satu indikator pekerjaan kita bernilai ibadah adalah pekerjaan itu mampu memberi manfaat yang positif baik terhadap diri sendiri terlebih kepada lingkungan sekitar. Dengan kata lain, kehadiran kita dengan aktivitas yang dikerjakan mampu menjaga Kehormatan, Harta, dan tidak merugikan orang lain itulah dikatakan bekerja yang bernilai ibadah. Terlebih lagi bisa meningkatkan derajat, harkat dan harta orang sekitar itulah yang disebut bekerja sebagai ibadah.
Ada orang yang bekerja seharian penuh di tempat kerja dengan sekuat tenaga dan pikiran seolah ia telah berbuat sesuatu kepada lingkungan dan diri sendiri namun ia melupakan nilai – nilai sosial dan hakikat dari pekerjaannya belumlah dikatakan ia dikategorikan sebagai bekerja yang bernilai ibadah.Sudah banyak teori – teori yang mengungkapkan bagaimana kerja kita bernilai ibadah, Spiritual Working, Holistic Working, atau sejenisnya. Namun kalau kita perhatikan ada satu benang merah yang bisa membuat kerja kita bermanfaat denga sendirinya adalah bekerja dengan Cinta.
Bekerja dengan Cinta, apa maksudnya? Bukankah cinta adalah sesuatu yang abstrak dan pengertiannya cenderung bias bagi setiap manusia. Dan hal ini  hanya bisa dirasakan setiap orang dan tidak bisa didefinisikan terlebih dirumuskan secara rinci dan teknis untuk mengaplikasikannya. Bolehlah kita mengatakan hal itu. Namun setidaknya ada konsensus dan kesepakatan – kesepakatan umum mengenai hal ini. Ada satu hal yang menjadi kata kunci dalam memaknai kata Cinta adalah ketulusan. Karena dengan ketulusan ini kita tidak akan memikirkan imbalan selain Ridho Tuhan atas pekerjaan kita.
Secara sederhana, bekerja dengan rasa cinta berarti menyatukan diri dengan kita sendiri,dengan diri orang lain dan kepada Tuhan. Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu ? Secara Teknis bisa diartikan kita menyukai pekerjaan dan aspek – aspek serta segala hal yang menyertai pekerjaan kita.
Yang pertama, sukai pekerjaan kita. Apabila kita tidak menyukai pekerjaan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita mustahil pekerjaan itu akan membawa manfaat serta bisa meninggikan derajat kita dimata Tuhan. Semakin kita menyukai pekerjaan yang merupakan lahan ibadah kepada Tuhan, maka ide serta inovasi akan mengalir secara alami. Ketulusan akan pekerjaan akan muncul dengan sendirinya.
Yang menjadi persoalan bila kita sudah tidak lagi “menyukai” pekerjaan itu, maka Cintailah orang – orang yang bekerja disana. Rasakan persahabatan dan pertemanan serta persaudaraan dengan orang – orang itu. Karena dengan menjalin persaudaraan dengan orang – orang itu minimal kita bisa menjalin sebuah ikatan saudara untuk melapangkan area kita beribadah kepada Tuhan. Maka pekerjaanpun lambat laun akan menjadi menyenangkan.
Bila hal ini belum juga menumbuhkan rasa cinta kepada pekerjaan anda, maka Cintailah suasana dan lokasi anda bekerja. Hal ini bisa mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas – tugas dengan lebih baik lagi. Bila hal ini belum juga membuat anda mencintainya, cintai setiap pengalaman pulang dan pergi ke tempat kerja. Dalam perjalanan mungkin kita akan berjumpa dan menyapa orang – orang yang bisa menggairahkan dan membuat lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki bila dibandingkan dengan orang lain yang belum memiliki pekerjaan. Karena perjalanan yang menyenangkan akan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.
Namun apabila disana anda tidak menyenangkan kebahagiaan juga, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari aspek apapun kerja anda entah itu hal – hal kecil, misalnya tanaman penghias meja dikantor anda, atau gumpalan dibalik awan ketika anda melihat keluar jendela ruangan kerja anda.
Apa saja, bila anda tak menemukan yang tidak bisa anda cintai dari setiap aspek pekerjaan anda, kesimpulan akhir “Mengapa anda tetap berada disitu?”. Tak ada alasan bagi anda untuk bertahan. Karena untuk bisa merasakan kebahagiaan dan cinta dalam memaknai pekerjaan sebagai lahan untuk meninggikan derajat manusia dan Bekerja kita harus Mencintai Pekerjaan dan segala aspek yang menyertainya.