Jumat, 26 April 2013

mari direnungkan menjelang 2014

Coba kawan-kawan baca berita ini :
http://id.berita.yahoo.com/jurnalisme-warga-lengserkan-pejabat-cina-143353793.html

secara singkat pejabat di China "mengundurkan diri" atau dipecat karena menggelar pesta mewah disaat para Pejabat "sepakat" untuk berhemat dan gerakan anti-korupsi Presiden Xi Jinping. Korupsi dan isu kesenjangan ekonomi yang ekstrem menjadi perhatian utama presiden baru Cina itu.

sungguh sikap yang Ksatria saat ia menjadi pejabat publik dengan mengakui bahwa ia bersalah dan dengan berbesar hati (mungkin gitu) mengakui kesalahan yang sebetulnya ini merupakan "domain pribadi"...

yang menjadi pertanyaan kita semua sebagai warga negara Indonesia yang saat ini merupakan negeri yang tengah dalam kondisi Darurat Lucu (meminjam istilah Sule) dimana banyak pejabat kita yang sangat gemar hidup mewah...
Mulai dari pejabat tingkat daerah sampai pusat yang bisa jadi sudah hilang urat malu dan nuraninya.
Sudah bukan rahasia umum banyak sekali anggaran daerah bukan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang substansial yaitu menyejahterakan rakyat.

seperti apa yang diungkapkan oleg Mendagri Gamawan Fauzi "Belanja aparaturnya makin tinggi, ada yang sampai 72 persen. Artinya tinggal 28 persen untuk orang atau masyarakatnya,"  yang dilansir oleh
http://id.berita.yahoo.com/mendagri-resah-pejabat-daerah-mewah-mewahan-143425788.html

apakah masih pantas para pejabat di Indonesia disebut dengan para wakil yang bertugas melayani rakyat?

silahkan direnungkan :-) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar