Aku
berjalan selalu di pantai ini
Antara
pasir dan buih
Air
pasang bakal menghapus jejakku
Dan
angin kencang menyembur hilang putih buih
Namun
lautan dan pantai akan tinggal abadi
Pernah aku menggengga sejumput kabut
Lalu kubuka dengan tanganku, dia
berubah
menjadi cacing
Lalu kututup dan kubuka lagi
genggaman itu
Ah, lihatlah ada seekor burung
Lalu kututup dan kubuka lagi
genggamanku
Maka dengan lekuknya terjelma
seorang pria bermuram durja
Wajahnya menengadah
Lagi kututup genggamanku, dan ketika
kubuka ,
Kembali berisi kabut belaka
Namun terbesit lagu
Yang lebih manis dari debu
Baru
kemarin kurasa diriku seserpih debu
Menggigil
tanpa irama dalam kehidupan semesta
Kini
kutahu, daku ini hanyut dan seluruh kehidupan dalam serpih – serpih berirama
yang bergerak dalam diriku
Lampung, Aug 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar