Pagi ini dan
seperti pagi biasanya kalau sedang nunggu kawan untuk diskusi mengenai suatu
project saya nongkrong bareng kawan-2 di warung kopi depan kampus...karena di
Malang warung kopi yang jumlahnya ratusan tidak sekedar tempat ngopi (bahkan di
kota lain juga) tapi juga digunakan sebagai tempat diskusi bahkan deal project
dan kesepakatan kerja. Ada pemandangan "menarik" sekaligus mengganggu
pikiran saya dan seorang kawan saya. ketika sedang asyik ngopi, ada SPG sebuah
produk rokok menawarkan rokoknya. sekilas tak ada yang aneh bahkan ya dianggap
biasa ketika sebuah produk rokok menggunakan SPG dan langsung menawarkan
produknya kepada perokok yang kebanyakan berada di cafe atau warung Kopi. Yang
membuat "menarik" bagi saya dan 1 kawan saya ya SPG-nya terutama
pakaianya. Sepagi ini kami didatangi SPG dengan pakaian "yang kalau lelaki
Normal pasti akan berfikiran menggoda dan mungkin pikirannya langsung "kesana"
..." Itu kata kawan saya... diskiusi dilanjutkan dengan tema yang berubah
yang awalnya membahas mengenai pekerjaan menjadi "kenapa sih SPG rokok itu
harus menggunakan pakaian yang seperti itu, dan apa ada korelasi potitifnya antara
engka penjualan yg meningkat dg penggunaan SPG yang berpakaian minimalis"
Secara pribadi Jujur saya merasa "kasihan" ngelihat SPG rokok yg
masih muda seksi muter-2 warung kopi pagi-2 gini. Mereka mencari uang yg halal
dg (maaf) memakai pakaian yg menurut saya ga' cocok deh buat jualan
rokok...emang sih itu salah satu teknis marketing. Meski rokok yg dijual bukan
merk yg saya konsumsi...terkadang saya beli kalau ada margin uang yg cukup, dan
pagi ini pun kawan saya dengan iseng mengajak diskusi SPG tadi, ternyata rata -
rata usia mereka berumur sekitar 21-30 tahun dengan jam kerja sekitar 5-7 jam
perhari. Alasan mereka kenapa kerja di lapangan kerja ini, karena pekerjaannya
ringan dan tidak memerlukan pendidikan yang tinggi. Pengakuan mereka (lagi)
seringkali mereka mengalami eksploitasi fisik berupa pelecehan seksual, dan ada
pengakuan-nya yang menurut "bahasa" kami "eksploitasi ekonomi
berupa waktu kerja yang sampai malam hari dan tidak terpenuhinya hak-hak
pekerja perempuan seperti faktor keselamatan dan hak untuk cuti" saya
teringat ada sebuah kajian feminisme tentang SPG (SPG) dan Rokok dan ternyata
menemukannya: http://www.scribd.com/doc/163549329/Untitled#download singkat
cerita sih kami hanya mengharapkan kepada Perusahaan Rokok dan sejenisnya.kalau
mau pake SPG buat promosi nya baju buat jualan ya jangan terlalu seksi deh...
kasihan ceweknya :-)
Sumber Tulisan:
Sumber Tulisan:
http://www.kompasiana.com/ed_1st/spg-dan-rokok_54f3d02f745513972b6c807f
Tidak ada komentar:
Posting Komentar