Ada sebuah kalimat yang menggangguku dipagi ini dan mungkin menjadi pertanyaan mendasar bagi sebagian orang yang mesih merasa “bingung” terhadap hidupnya…
“sebenarnya apa sih tujuan hidup saya?” dan “untuk apa saya harus hadir di dunia ini?”
Dan kebetulan pertanyaan ini muncul juga di pikiran Doni kawan yang dulu biasa muncul di kampus UMM,hehe….
Bagi saya pertanyaan itu gak perlu dijawab secara teoritis…karena bagi saya hidup ini mengalir sesuai dengan apa yang kita pikirkan dipagi hari..nah lo apalagi ini…
Secara sederhana gak usah kita terlalu banyak berteori menganai buat saya apa hidup,,,apa tujuan hidup saya…kemudian berlanjut lagi mengenai kesuksesan setiap manusia itu apa ukurannya..apakah harta..ilmu..benyaknya “followers” (baca-pendukung,kawan) dalam hidup atau apalah…
bagi saya hidup adalah bekerja dan kalau diterjemahkan dalam agama islam (agama yang saya anut secara keturunan) adalah ibadah… (loh kok teori lagi)….memang blog ini secara umum digunakan untuk berteori
Okelah kita sederhanakan…
Kita mulai dari apa itu bekerja….
Bagi saya bekerja itu menyangkut segala aktivitas kita sebagai manusia…mulai tidur..Ee’..makan..dan apa saja yang menyangkut aktivitas kita itulah bekerja dan bentuk “keren”nya adalah Pekerjaan…(jadi bekerja beda dengan profesi)..
Nah kalau kita pikir lagi apapun yang kita lakukan itu akan bernilai apa tidak tergantung bagaimana kita menyikapi serta meniatkannya….
Jadi hidup sejatinya terletak bagaimana kita menilai dan memaknai aktivitas kita…bukan kepada hasil atau manfaatnya…
Kalau kita berbicara hasil itu berada diluar tanggung jawab kita…yang wajib dilakukan oleh kita (yang katanya manusia) adalah..bekerja dan bekerja…
Tapi yang menjadi persoalan bekerja yang bagaimana yang menjadikan hidup ini bernilai dan bermutu…
jawabannya adalah bekerja yang mempu meningkatkan semangat kita untuk bekerja lagi dengan lebih baik lagi sesuai dengan evaluasi kerja yang kita lakukan.
Kalau kita merasa pekerjaan (baca-aktivitas) yang kita lakukan sudah membuat kita gak nyaman apalagi merasa ga ada artinya..perlu dievaluasi lagi “bener nggak kerjaan kita”
Kalimat “bener nggak pekerjaan kita” bukan sekedar salah atau betul…bermenfaat atau nggak atau menguntungngak atau merugikan….
Menurut saya (terserah menurut orang lain) kalimat “bener nggak pekerjaan kita” itu menyangkut
1. Bagaimana kita meniatkan pekerjaan kita
2. Dimana kita melakukan
3. Bagaimana proses kita melakukan pekerjaan itu
4. Apakah orang disekita kita merasa “terbantu” secara positif dengan aktivitas kita
5. Berlawanan nggak dengan hati nurani kita…
Diantara poin-2 diatas mungkin sudah merupakan “barang” yang cukup familiar bagi kita…
Yangmenjadi concern saya dalam hal ini adalah poin ke-5 “Berlawanan nggak dengan hati nurani kita…”
Hati Nurani…
Nah lo…apa lagi ini….
Eits…jangan salah dengan apa yang disebut hati Nurani….
Mungkin orang akan berpikir bahwa kalau sudah menyangkut hati nurani,jiwa,ruh itu sesuatu hal yang sulit dicerna,dipikir apalagi dilogikakan….(gak usah susah-susah gitu deh…!)
Kalo saya ikuti apa yang dibilang mbah imanuel Kant, hati nurani adalah kekuatan akal untuk menilai keputusannya sendiri. Kekuatan itu kekuatan moral. Akal sendiri bisa menilai apakah keputusannya adil atau tidak adil. Dan hati nurani merupakan kekuatannya untuk menilai jika akal sungguh dengan segala perhatian membuat keputusannya.
Susah ya….!
Sederhana aja kok:
“Hati Nurani itu perasaan enak atau enggak kalau kita melakukan suatu aktivitas”
Kadang kita bilang “nggak enak ah kalo aku harus bolos kerja”
Nah perkataan itu sebenarnya sudah mewakili apa yang disebut hati nurani (menurut saya )
Ada lagi kalau kita bilang “seneng banget ya bias ngebantu orang lain” itulah puncak “kebenaran” kita saat itu dan nilai hidup kita berada pada “situ”..
Ada lagi kawan yang bilang “semua itu harus sesuai dengan syariat agama”
Emang benar semua kebenaran yang mutlak itu terletak pada aturan agama yang tertuang dalam kitab suci…
Tapi lebih jauh lagi kalau saya boleh bilang…..
Ayat-ayat tentang kebenaran yang tertuang dalam Kitab suci perlu pemahaman dan penerjemahan dalam melaksanakannya…disini ada kata-kata “pemahaman dan penerjemahan” dan ini belum berhenti disini saja frens….! Ini masih perlu kajian yang panjang…(okelah kita gak usah memperpanjang yang ini)
Jadi kesimpulan saya….
Tujuan Hidup itu yang serumit yang dibayangkan dengan berbagai teori dari para motivator di tivi-tivi yang muluk-muluk….
Hidup itu adalah bekerja dan bekerja kita bernilai atau enggak itu dapat dilihat pada nilai yang terkandung pada nilai pekerjaan kita yang bias dilihat dalam hati nurani (enak nggak saya melakukan ini-tentu buat saya,orang disekitar, lingkungan dan bagi hidup kita di masa mendatang)…
SELAMAT “BEKERJA” frens…….!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar